Perkuat Sinergi, Keluarga Besar LPPM UNESA Gelar Halalbihalal di Momentum Syawal
pusatstudiliterasi.unesa.ac.id., SURABAYA—Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar Halalbihalal Keluarga Besar LPPM pada Kamis, 2 April 2026 di Auditorium LPPM, Gedung Rektorat Lt. 6 UNESA, Kampus 2 Lidah Wetan. Hadir beberapa pimpinan Unesa, mulai dari Ketua Majelis Wali Amanat (MWA); Ketua Senat Akademik; Rektor yang diwakili Wakil Rektor Bidang Hukum, Ketatalaksaan, Keuangan, Sumber Daya, dan Usaha Ketua Komite Audit; Direktur Keuangan; dan beberapa pejabat lain.
Kegiatan dibuka oleh Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNESA, Prof. Dr. H. Muhammad Turhan Yani, M.A. Dalam sambutannya ditegaskan bahwa agenda silaturahmi merupakan rahmat yang luar biasa sebagai sarana untuk saling memaafkan sekaligus memperkuat sinergi di lingkungan kerja. Melalui momentum ini, segala kekhilafan di antara sesama rekan kerja dapat terhapuskan sehingga hubungan antarindividu kembali bersih dan harmonis. Menurutnya, hal ini sangat krusial bagi keberlangsungan instansi karena ketiadaan beban psikologis atau konflik internal antaranggota akan menjadi fondasi kekuatan utama bagi LPPM dalam menjalankan tugas-tugas sosial maupun profesionalnya.
Lebih lanjut, diungkapkannya bahwa kebahagiaan karena acara ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan antarstaf, tetapi juga melibatkan keluarga inti, mulai dari pasangan hingga putra-putri, dengan pendampingan langsung dari pimpinan universitas. Ia menilai kehadiran keluarga besar mampu mempererat ikatan emosional dan spiritual yang sangat sulit diwujudkan di luar suasana bulan Syawal.
Dalam suasana penuh kekeluargaan yang dimeriahkan dengan jamuan dan pembagian doorprize tersebut, ia juga merefleksikan perjalanan panjang institusi. Tercatat sejak tahun 1964, telah terdapat 23 tokoh yang silih berganti memimpin serta memberikan dedikasi terbaiknya bagi perkembangan bidang penelitian dan pengabdian di lingkungan UNESA.
Kegiatan ini juga diisi tausiyah oleh Ketua MWA, Prof. Dr. H. Haris Supratno, yang menekankan bahwa inti dari seluruh ajaran agama adalah kemuliaan akhlak, sebagaimana misi utama diutusnya Rasulullah SAW untuk menyempurnakan budi pekerti manusia.
Ia memaparkan tiga pilar akhlak mulia yang menjadi kunci kebahagiaan di dunia dan akhirat, yakni inisiatif untuk menyambung kembali tali silaturahmi yang sempat terputus, keikhlasan untuk memberi kepada mereka yang tidak pernah memberi, serta keluasan hati untuk memaafkan meskipun dalam kondisi difitnah atau dihujat.
Lebih lanjut, Haris secara khusus mengingatkan bahwa dalam interaksi sosial, terutama bagi pemegang jabatan, tindakan yang benar saat menghadapi serangan personal adalah dengan memaafkan dan bukan membalas dendam. Ia mendorong untuk merefleksikan pengendalian emosi agar menjadi pribadi yang “sulit marah tapi cepat memaafkan” demi menjaga keharmonisan hubungan sesama umat.
Haris memaknai momentum halalbihalal sebagai wadah spiritual yang lebih dari sekadar tradisi rutin di bulan Syawal, melainkan aplikasi nyata dari puncak akhlak mulia dalam lingkungan kerja. Kehadiran bersama dalam forum tersebut menjadi upaya konkret untuk merekatkan kembali hubungan antarkolega maupun keluarga yang mungkin sempat renggang akibat kesibukan atau gesekan profesi melalui semangat Idulfitri.
Menutup sesi, ia mengajak seluruh keluarga besar lembaga untuk menumbuhkan keikhlasan dalam berbagi kebaikan tanpa mengharap balasan serta meluaskan hati untuk mengubur ego dengan saling memaafkan. Dengan menolkan kembali segala kesalahan dan prasangka, diharapkan tercipta tim yang lebih solid, harmonis, dan senantiasa berpegang pada keluhuran akhlak dalam menjalankan amanah institusi.
Reporter: Tarisa Adistia (Studi Independen)
Share It On: