Gelaran Kuliah Tamu dan Untaian Puisi Haru sebagai Persembahan Purnatugas "Ibu Minto"
pusatstudiliterasi.unesa.ac.id, SURABAYA—Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar kuliah tamu sebagai persembahan purnatugas dosen S-1 PBSI dan S-3 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra, Mintowati atau akrab disapa "Ibu Minto". Acara ini berlangsung pada Selasa, 7 April 2026 bertempat di Auditorium T2 Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNESA, Kampus 2 Lidah Wetan.
Usung topik "BIPA (Indonesian for Non-native Speakers) Learning and Instructional Material Development in Taiwan and Thailand", dua narasumber dengan perspektif yang saling melengkapi dihadirkan dalam kuliah tamu ini; di antaranya adalah Yupita Ng dari Wenzao University Taiwan dan Mintowati selaku pakar pembelajaran bahasa dan sastra.
Pengembangan kurikulum BIPA di Taiwan dipaparkan oleh Yupita Ng, mulai dari perancangan capaian pembelajaran, penyesuaian materi ajar dengan latar belakang pembelajar, hingga strategi implementasi yang kontekstual di lingkungan pendidikan setempat.
Ia juga menyoroti dukungan pemerintah Taiwan terhadap peminatan bahasa Indonesia di sekolah. "Jika ada satu pelajar saja yang berminat untuk mempelajari bahasa Indonesia, pemerintah setempat mewajibkan sekolahnya untuk membuka peminatan bahasa Indonesia."
Sementara itu, Mintowati mengulas berbagai problematika pembelajaran BIPA di Tailan. Ia menyoroti sejumlah tantangan, seperti perbedaan latar budaya dan bahasa, latar belakang pelajar, keterbatasan bahan ajar yang sesuai, serta kebutuhan akan metode pengajaran yang lebih komunikatif dan kontekstual. Selain itu, beliau juga menawarkan refleksi dan strategi alternatif dalam mengatasi kendala tersebut.
"Pembuatan buku ajar yang didasarkan pada aktivitas sehari-hari yang relevan dengan kebiasaan pelajar. Selain itu, memberikan pertanyaan-pertanyaan sederhana sebagai pemantik interaksi agar pembelajar lebih aktif dan terlibat dalam proses pembelajaran juga dapat menjadi solusi agar pembelajaran BIPA dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan," tutur Mintowati.
Menanggapi topik kuliah tamu, Syafi’ul Anam selaku Dekan FBS UNESA soroti dinamika perkembangan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di kancah internasional. Menurutnya, meskipun peminatan BIPA di sejumlah negara sempat menunjukkan tren positif, keberlanjutannya masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait keterbatasan tenaga pengajar dan dukungan pemerintah Indonesia.
Hal ini menjadi pekerjaan bersama untuk kembali menguatkan eksistensi dan daya jangkau BIPA di tingkat global. Kiprah Mintowati dalam BIPA selama pengabdiannya dapat dijadikan pelajaran bagi mahasiswa untuk turut serta dalam memajukan pengembangan BIPA. "Ibu Minto merupakan salah satu teladan di FBS karena ia adalah sosok yang tegas, berintegritas, dan amanah dalam menjalankan tugas. Matur nuwun sanget Ibu Minto atas kontribusinya."
Gelaran ini turut serta dihadiri oleh Wakil Dekan bidang I FBS, keluarga besar S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) dan Sastra Indonesia (SI), keluarga besar Pascasarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra serta Pendidikan Bahasa Indonesia, juga mahasiswa. Ruang Auditorium yang dipenuhi kehadiran mahasiswa hingga jajaran strategis akademisi ini menunjukkan antusias untuk mengiring masa purnatugas Ibu Minto.
"Kehadiran peserta merupakan bukti nyata sebagai dukungan terhadap pengembangan keilmuan dan apresiasi terhadap pengabdian panjang yang telah dilakukan oleh Mintowati terhadap pengembangan keilmuan," ujar Laila Lupita Ardhiyanti, dosen PBSI yang menjadi ketua pelaksana kuliah tamu tersebut.
Lebih lanjut, Resdiyanto Permata Raharjo selaku Kepala Program Studi S-1 PBSI, mengapresiasi penyelenggaraan kuliah tamu ini sebagai momentum perpisahan spesial. "Pada hari ini, kita sebetulnya tidak ditinggalkan (oleh Ibu Minto), melainkan beliau istirahat dari (kegiatan) perdosenan, tetapi ilmunya tetap akan beliau sampaikan di pertemuan-pertemuan berikutnya." ujarnya, bersedia mendukung penuh wacana kuliah tamu edisi lanjutan.
Kuliah tamu ini berakhir setelah rangkaian seremonial yang khidmat dan penuh makna, meliputi pemotongan tumpeng, penyerahan buku puisi "Lambaian Kasih Sang Pendidik" (karya para dosen PBSI) oleh Kaprodi S-1 PBSI, penyerahan kenang-kenangan oleh Kisyani Laksono kepada Mintowati, dan pembacaan puisi.
Pembacaan puisi menjadi salah satu elemen yang paling berkesan dalam mengiringi purnatugas Mintowati. Tajuk puisi "Tebumiki" yang ditulis dan dibacakan oleh Kisyani Laksono merefleksikan perjalanan panjang empat dosen UNESA yang seangkatan, yaitu Tengsoe Tjahjono, Budinuryanto Yohanes, Mintowati, dan Kisyani Laksono.
Rahmi Rahmayati selaku delegasi perwakilan dosen, bacakan puisi berisi ucapan kasih dari para dosen PBSI. Suyatno membacakan cuplikan puisi semua penulis dalam buku “Lambaian Kasih Sang Pendidik”. Adapula puisi Ririe Rengganis yang dibacakan oleh mahasiswa turut menambah nuansa haru dalam acara tersebut. Nyanyian yang menggembirakan dan mengharu biru pun ikut mewarnai pertemuan itu.
Acara itu menjadi untaian rasa, doa, dan harapan, sekaligus penutup yang indah bagi perjalanan pengabdian Ibu Minto.
Reporter: Rina Syahrina (Stupen)
Penyunting: Tarisa Adistia (Stupen)
Share It On: