Gelar Seminar Sastra dan Peluncuran Buku untuk Purnatugas Prof. Dr. H. Haris Supratno Bersama Sastrawan Tengsoe Tjahjono dan Okky Madasari
Surabaya – Program Studi Sastra Indonesia Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar seminar nasional dan peluncuran buku sebagai persembahan purnatugas Prof. Dr. H. Haris Supratno. Acara bertema “Perkembangan Kesusastraan: Refleksi dan Arah Masa Depan” ini berlangsung pada Kamis (28/8) di Surabaya.
Kegiatan ini menjadi penghormatan kepada Prof. Haris Supratno, guru besar sekaligus Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UNESA yang dinilai memiliki peran penting dalam kemajuan kampus. Ia tampil sebagai pembicara utama bersama Dr. Tengsoe Tjahjono, M.Pd., dan sastrawan nasional Okky Madasari.
Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Dr. H. Haris Supratno menyampaikan apresiasi atas kehadiran peserta seminar dan menegaskan bahwa pensiun bukan akhir pengabdian bagi seorang akademisi.
“Walaupun saya sudah pensiun, saya tetap akan mengajarkan dan menyebarkan ilmu. Akademisi itu tidak mengenal pensiun. Kita bisa mengajar di pendidikan formal maupun nonformal,” ujarnya.
Dr. Tengsoe Tjahjono dalam paparannya menyoroti dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap sastra. Menurutnya, AI ibarat mata pisau yang memiliki dua sisi.
“Jika digunakan dengan benar, AI akan memberi dampak positif. Namun jika disalahgunakan, fungsi positif itu akan hilang,” jelasnya.
Sastrawan perempuan Indonesia, Okky Madasari, juga menyampaikan keresahan terhadap pandangan masyarakat yang semakin menyepelekan bidang humaniora, khususnya sastra, karena lebih berfokus pada bidang STEM (science, technology, engineering, and mathematics).
“Sastrawan dan ilmuwan dalam bidang sastra-humaniora juga memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa,” tegas Okky.Rangkaian acara ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur atas ulang tahun Prof. Dr. H. Haris Supratno yang ke-70, sekaligus menandai semangat baru untuk terus mengabdi melalui ilmu pengetahuan dan kesusastraan.
Penulis: Shabrina Firdaus
Share It On: